PROGRAM KERJA

Di BEM, terdapat beberapa program kerja yang telahdisusun dan direncanakan untuk dijalankan oleh kepengurusan tiap-tiap periode. Namun, yang masih sering menjadi kendala hari ini adalah ketidak-tahuan pengurus BEM dalam mensosialisasikan program kerjanya. sehingga, jangankan pihak-pihak yang membenci BEM, orang yang tidak tahu apapun justru semakin tidak mengenal BEM. Jadi, program kerja BEM menjadi terkesan rahasia-rahasiaan.

Berikut adalah daftar program Kerja BEM:

Periode 2001 – 2002 : Rahasia kepengurusan yang bersangkutan

Periode 2002 – 2003 : Ada di lemari arsip BEM (kalau tidak habis dibakar dan dijadika lauk oleh bayu).

Periode 2003 – 2004 : Masih bisa ditanyakan sama mantan pengurusnya.

Periode 2004 – 2005: Rahasia Pengurus yang bersangkutan.

Periode 2005 – 2006 : Mungkin arsipnya juga masih ada.

Periode 2006 – 2007 : Tidak ada program kerja karena Suriadin yang waktu itu menjabat sebagai ketua BEM adalah pengurus tunggal yang diangkat langsung oleh Mr. Toyib, ST (Pembuntut Direktur III saat itu).

Periode  2007- 2008 : Tetap terjaga dengan aman dan kalau tidak dimusnahkan, fosilnya masih bisa ditemukan di sekretariat kebesaran organisasi.

Periode 2008 – 2009 : Periode ini adalah periode yang paling banyak program kerja yang terlaksana, baik yang terencana maupun yang tidak terencana, tapi belum juga sempat dipublikasikan karena sekretarisnya punya hobby ngiris bawang dan jarinya terhiris terus sampai sakit, dan tidak sempat mempublikasikan Proker itu ke khalayak, sedangkan pengurus yang lain tidak tau baca-tulis, apalagi komputer, karena BEM POLNES adalah BEM satu-satunya di seluruh Indonesia yang tidak difasilitasi dengan komputer oleh kampusnya (dengan alasan biaya listrik mahal), makanya tidak heran jika disebut “BUKAN BEM BIASA”.

Program kerja memang menjadi polemik. Banyak orang menilai bahwa program kerja BEM itu sia-sia dan tidak berguna, itu mungkin karena mereka merasa tidak diuntungkan.